MANAJEMEN DAN SUPERVISI KANTOR
Oleh
Siti
Sayidah Rosidatulmanna
Mahasiswa
Politeknik Negeri Bandung
Program Studi D3
Administrasi Bisnis
ABSTRACK
One result of the creation of
modern humans today are different types of organization, both located in the
state as well as the outside environment, such as an organization engaged in
keniagaan, political, social and even non-profit organizations. To manage the
various types of organizations, managers needed in large quantities in various
leadership ability, knowledge and keterampilan.Demikian urgency fulfillment
manager was so berbagaiusaha intensively to prepare the person playing the role
sebagaimanajer effective. Scientists also continue to work hard to prepare and
develop the theory of management so that managers in the field increasingly
capable of undergoing the management process with a level of efficiency,
effectiveness and productivity are increasingly tinggi.Salah the continuous
attention of scientists and parapraktisi regarding managerial functions , This
field gets attention seriuskarena managerial effectiveness someone finally
reflected on and in ukurdengan ability to organize all of these functions must
tersebut.Manajer mapu control and manage resources that building management and
administrative operations also manage human resources regarding job analysis,
recruiting employees etc. Manajermemerlukan supervisor domiciled underneath in
order overseen all activities in a company office. Principal supervisor job is
to lead the activities in the group and develop parapekerja dibawahnya.Pihak
supervisor delegate responsibility for particular tasks to other parties, but
the responsibility to get the job done remains available to him. For more
details, here we will see what and how the Supervisor Office.
Keyword: Management and Supervisor Office.
ABSTRAK
Salah satu hasil ciptaan
manusia modern dewasa ini adalah berbagai jenis bentuk organisasi, baik yang
berada di lingkungan kenegaraan maupun luarnya, seperti organisasi yang
bergerak di bidang keniagaan, politik, sosial bahkan organisasi-organisasi
nirlaba. Untuk mengelola berbagai jenis organisasi tersebut, diperlukan manajer
dalam jumlah besar dengan berbagai kemampuan memimpin, pengetahuan dan
keterampilan. Demikian mendesaknya pemenuhan akan manajer itu sehingga berbagai
usaha dilakukan secara intensif untuk mempersiapkan orang yang berperan sebagai
manajer yang efektif. Para ilmuwan juga terus bekerja keras untuk mempersiapkan
dan mengembangkan teori manajemen sehingga para manajer di lapangan semakin mampu
menjalani proses manajemen itu dengan tingkat efisiensi, efektifitas dan produktifitas
yang semakin tinggi. Salah satu yang terus menerus mendapat perhatian para
ilmuwan dan para praktisi menyangkut fungsi-fungsi manajerial. Bidang ini
mendapat perhatian serius karena efektifitas manajerial seseorang pada akhirnya
tercermin pada dan di ukur dengan kemampuannya menyelenggarakan semua
fungsi-fungsi tersebut. Manajer harus mapu mengendalikan dan mengelola
sumber-sumber daya yaitu pengelolaan gedung dan operasi ketatausahaan juga
mengelola sumber daya manusia menyangkut analisis jabatan, merekrut karyawan
dan seterusnya. Manajer memerlukan pengawas yang berkedudukan di bawahnya guna
mengawas semua kegiatan perkantoran di dalam suatu perusahaan. Pokok
pekerjaan pengawas adalah memimpin aktivitas-aktivitas di dalam kelompoknya dan
mengembangkan para pekerja dibawahnya. Pihak pengawas mendelegasikan tanggung
jawab untuk melakukan pekerjaan tertentu kepada pihak lain, tetapi tanggung
jawab agar pekerjaan dilaksanakan tetap ada padanya. Untuk lebih jelasnya
berikut kita akan melihat apa dan bagaimana dengan Supervisi kantor
Kata kunci: manajemen, supervisor kantor.
PENDAHULUAN
Pada era modern ini dunia bisnis
dihadapkan pada suatu proses perubahan yang begitu cepat dan rumit. Untuk itu,
perubahan yang dinamis dalam berbagai hal sangat dibutuhkan seperti visi, misi,
tujuan dan juga sistem berpikir. Dalam sebuah organisasi atau perusahaan,
setiap individu harus memiliki komitmen dan kapasitas untuk terus belajar pada
setiap tingkat apapun.
Di zaman sekarang ini hampir tidak
mungkin kebutuhan hidup manusia dapat diperoleh sendiri tanpa bantuan orang
lain dan sarana pendukung. Dalam mencapai tujuan, penting bagi manusia untuk
memrhatikan kerja sama dengan manusia lain dan sarana pendukungnya.
Dengan mengerti manajemen manusia secara
rasional akan bertindak secara efektif dan efisien. Melalui manajemen manusia
akan saling mengerti kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk itu sebuah
organisasi atau perusahaan harus memiliki sebuah sistem manajemen yang baik.
Dan untuk mewujudkan hal tersebut, peran manajer sangatlah penting.
Manajer merupakan orang yang bertanggung
jawab atas berjalannya manajemen perusahaan. Fungsi manajer lebih sebagai
peneliti dan sekaligus perancang ketimbang hanya sebagai penyelia. Seorang
manajer harus melakukan kajian-kajian untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru
dan menyampaikan gagasan tersebut kepada bawahannya.
Kecenderungan manajer dan pemimpin agar
dapat mengemukakan isu kepemimpinan dipicu oleh dunia perusahaan yang sebagian
besar tidak lagi menggunakan prinsip manajemen memerintah dan mengontrol.
Manajer tradisional sering kali memerintah orang untuk melakukan apa yang
seharusnya mereka lakukan. Sedangkan seorang manajer pada era globalisasi ini
adalah seseorang yang mampu membuat orang lain melakukan apa yang seharusnya
mereka lakukan dan bahkan lebih dengan sedikit petunjuk dan tingkat efisiensi
yang lebih tinggi.
Selain manajer, supervisor juga berperan
penting dalam melaksanakan manajemen perusahaan. Supervisor merupakan bagian
dari manajemen yang bertugas untuk melakukan pengawasan. Kata “pengawasan”
sering mempunyai konotasi yang tidak menyenangkan karena dianggap akan
mengancam kebebasan dan otonomi pribadi. Padahal organisasi sangat memerlukan
pengawasan untuk menjamin tercapainya tujuan.
Untuk itu, seorang supervisor harus bisa
menemukan keseimbangan antara pengawasan perusahaan dan kebebasan pribadi atau
mencari tingkat pengawasan yang tepat. Pengawasan yang berlebihan akan
menimbulkan birokrasi, mematikan kreativitas, dan sebagainya yang akhirnya
dapat merugikan perusahaan. Sebaliknya pengawasan yang tidak mencukupi dapat
menimbulkan pemborosan sumber daya dan membuat sulit pencapaian tujuan.
Agar suatu manajemen di dalam perusahaan dapat berjalan dengan efektif dan
efisien maka potensi sumber daya manusia sangat diperlukan. Untuk itu, dalam
memilih manajer dan supervisor tidak bisa sembarangan karena perusahaan
membutuhkan persyaratan dan kualifikasi khusus dalam memilih manajer dan
supervisor yang tepat.
PENGERTIAN MANAJEMEN
Perbedaan
perumusan manajemen hanya terletak pada latar belakang keahlian
masing-masing, sehingga sudut pandangnya berbeda-beda. Kata manajemen berasal
dari kata manage, dan kita sering mendengar atau bahkan menggunakan kata
“me-manage” (walaupun itu mungkin bukan rumusan bahasa Indonesia yang baku,
tetapi familiar digunakan) yang maksudnya adalah mengelola. Dalam perusahaan,
manajemen diartikan sebagai pengelolaan sarana dan sumberdaya yang di miliki
oleh perusahaan, sehingga pencapaian tujuan perusahaan menjadi lebih cepat dan
efisien.
Pengertian manajemen, menurut sudut
pandang manajerial adalah prosesmengadakan dan menggunakan sarana dan sumberdaya
untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan dengan cara efektif
dan efisien.
Sebagai suatu proses pencapaian tujuan, maka dalam
aktivitasnya perlu strategi atau langkah-langkah manajerial yang sering disebut
sebagai fungsi-fungsi manajemen.
Secara umum ada empat fungsi manajemen
yaituplanning,organizing, actuating, dan controlling (yang
biasa disingkat POAC)
1. Planning (perencanaan), meliputi proses
penetapan tujuan dan cara pencapaian tujuan tersebut.
2. Organizing (pengorganisasian). Setalah
menetapkan tujuan dan membuat program cara pencapaiannya, selanjutnya manajer
harus segera merancang dan mengembangkan organisasi yang akan melaksanakan
program itu dengan baik.Setiap perusahaan membutuhkan jenis organisasi yang
berbeda-beda sesuai dengan tujuannya masing-masing. Jadi jenis organisasi yang
dibutuhkan adalah sesuai dengan tujuannya. Contoh, organisasi sebuah perguruan
tinggi berbeda dengan perusahaan konveksi.
3. Actuatting (pengarahan). Setalah membuat
perencanaan, membentuk struktur organisasi dan penempatan kerja, langkah
berikutnya adalah mengarahkan jalannya organisasi supaya sampai tujuan. Dengan
kata lain, mengajak atau menggerakan anggota organisasi untuk melakukan pekerjaan
dengan cara yang akan membantunnya untuk mencapai tujuan.
4. Controlling (pengendalian). Fungsi
pengendalian ini mencakup 3 hal, yaitu :
·
Menetapkan
standar prestasi
·
Mengukur
prestasi yang dicapai dan membandingkannya dengan standar yang telah
ditetapkan.
·
Mengambil
tindakan untuk koreksi pada prestasi yang tidak memenuhi standar.
BATASAN
MANAJEMEN
Manajemen lahir sebagai akibat dari
ketidak seimbangan pengembangan teknis dengan kemampuan soisal, perkembangan
teknis sangat pesat sementara kemampuan manusia untuk mengelola tertinggal,
barulah pada abad 20 para teoritis maupun praktisi mulai memperlihatkan
perkembangan.
Istilah manajemen telah diartikan oleh berbagai pihak
dengan perspektif yang berbeda, misalnya pengelolaan, pembinaan, pengurusan,
ketatalaksanaan, kepemimpinan, pemimpin, ketatapengurusan, administrasi, dan
sebagainya.
John
D.Millet membatasi manajemen is the process of directing and
facilitating the work of people organized in formal groups to achieve a desired
goal (suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada
orang yang di organisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan
Siswanto, 2008;4)
Dari pengertian diatas titik tekan manajeman menurut
milet adalah:
1.
Proses pengarahan (proses of directing)
2.
Pembagian kerja (
Manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian dan pengendalian terhadap
orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. (siswanto,2008;2) definisi
tersebut mengandung unsur-unsur.
a.
Elemen Sifat
Manajemen dikatakan sebagai elemen sifat dikarnakan
manajemen ditinjau sebagai seni dan ilmu, manajemen sebagai suatu seni
merupakan suatu keahlian, kemahiran, kecakapan, dalam mengolah sumber daya
untuk mencapai tujuan organisasi, seni merupakan perwujudan keindahan, keluwesan
dan keterampilan individu dalam mengalokasikan dan mengatur sumber daya.
Sementara manajemen sebagai suatu ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang
telah tersistematisasi yang diorganisasikan untuk mencapai kebenaran
mutlak.
b.
Elemen Fungsi
Manajemen sebagai fungsi merupakan perwujudan dari apa
yang telah dikenal dengan istilah POAC
·
Perencanaan (Planing)
Merupakan suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk
menetapkan tujuan telebih dahulu sebelum kegiatan tersebut dimulai sehingga
perencanaan merupakan tahapan-tahapan/lngkah-langkah yang harus ditempuh dalam
hal mencapai tujuan.
·
Pengorganisasian (organizing)
Merupakan proses dan rangkaian dalam pembagian tugas yang
telah direncanakan dan untuk diselesaikan bagi setiap individu yang tergabung
dalam suatu organisasi untuk mnecapai tujuan
·
Pengarahan
Merupakan rangkaian kegiatan yang memberikan
langkah-langkah/tahapan-tahapan instruksi atasan kepada bawahan dalam hal
menyelesaikan tugas-tugas yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan.
·
Pemotivasian
Merupakan kegiatan yang diarahkan oleh atasan dalam hal
memberikan semangat, dorongan dan insfirasi kepada bawahan dalam hal memberikan
gairah kerja dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan apa
yang telah direncanakan, dalam mencapai tujuan.
·
Pengendalian/pengawasan
Pengendalian merupakan proses agar tugas dan tanggungjawab
yang telah tersusun dalam perencanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana.
c.
Elemen Sasaran
·
Orang (manusia)
Manusia sebagai pemegang dan pelaksana dari tugas dan
tanggungjawab organisasi atau badan tem pat ia bekerja yang membutuhkan
pengaturan, penataan, ketatapengurusan dan kepemimpinan.
·
Mekanisme kerja
Merupakan tatacara dan tahapan yang harus dilakukan untuk
mencapai tujuan organisasi
d.
Elemen Tujuan
Tujuan merupakan hasil akhir yang diinginkan atas suatu
tahapan pelaksanaan kegiatan, dalam arti luas tujuan mengandung hal
seperti objective,purpose, mission,deadline,standard, target,dan
quota. (siswant0,2008;4) tujuan merupakan rangkaian dalam proses
perencanaan dan merupakan elemen penting dalam proses pengendalian.
RUANG LINGKUP MANAJEMEN KANTOR
1.
Aktivitas Kantor
Aktivitas manajemen kantor sangat luas dan antara berbagai
bentuk badan usaha tidak sama. Hal ini dipengaruhi oleh luasnya tujuan dari
masing-masing badan usaha. Semakin luas tujuan yang akan dicapai, semakin luas
pula aktivitas manajemen perkantorannya, disamping dipengaruhi oleh faktor
luasnya tujuan yang hendak dicapai. Aktivitas manajemen kantor juga dipengaruhi
oleh belu adanya suatu keseragaman dan kesepakatan antara para ahli, tentang
aktivitas apa saja yang harus menjadi fungsi seorang manajer kantor.
Aktivitas pekerjaan kantor pada
umumnya terdiri dari aktivitas- aktivitas yang berhubungan dengan:
a.
Perencanaan
Perkantoran (Office Planning), meliputi perencanaan tentang:
1.
Perencanaan gedung,
yang meliputi: letak gedung dan bentuk gedung
2.
Tata suara
3.
Tata warna
4.
Tata ruang kantor
5.
Ventilasi
6.
Penerangan/cahaya
7.
Metode-metode dan
standarisasi pekerjaan kantor
8.
Perlengkapan perabotan
kantor dan peralatan kantor
9.
Anggaran (Budgeting)
perkantoran
b.
Pengorganisasian
Perkantoran (Office Organizing)
Pengorganisasian menghubungkan berbagai macam fungsi suatu organisasi serta
orang atau pelaksana yang melaksanakan fungsi-fungsi organisasi tsb.
c.
Pengawasan Perkantoran
Objek pengawasan dalam bidang manajemen perkantoran meliputi:
Objek pengawasan dalam bidang manajemen perkantoran meliputi:
1.
Kualitas pekerjaan
kantor
2.
Waktu pekerjaan kantor
3.
Metode-metode dan
standarisasi pekerjaan kantor.
4.
Biaya perkantoran
5.
Alat perlengkapan dan
perabotan kantor
6.
Pelayanan kantor
7.
Pengawasan dokumentasi.
TUJUAN MANAJEMEN KANTOR
Menurut GR Terry Tujuan manajemen perkantoran
meliputi:
- Memberikan
semua keterangan yang lengkap dan diperlukan siapa saja, kapan dan di mana
hal itu diperlukan untuk pelaksanaan perusahaan secara efisien
- Memberikan
catatan dan laporan yang cukup dengan biaya serendah-rendahnya.
- Membantu
perusahaan memelihara persaingan.
- Memberikan
pekerjaan ketatausahaan yang cermat
- Membuat
catatan dengan biaya minimal
FUNGSI MANAJEMEN KANTOR
Kantor sebagai pusat konsentrasi dalam melaksanakan aktivitas organisasi,
didalamnya terhadap manusia, uang, material, metode, dan pasar sebagai sumber
daya yang akan dikelola. Sumber daya tersebut diperuntukkan bagi pelaksanaan
pengumpulan, pengelolaan, penyimpanan, dan penyaluran informasi agar hasil
pekerjaan kantor tersebut dapat tercapai tujuan, yaitu tersedianya informasi
yang siap pakai, maka hendaklah diterapkan. Fungsi-fungsi manajemen terhadap
sumber daya tersebut.
Manajemen kantor berarti suatu pengelolaan data dan informasi tertulis yang
dilakukan secra teratur, sistematis dan terus menerus mengikuti kegiatan
organisasi, dengan tujuan untuk membentuk keberhasilan organisasi yang
bersangkutan. Dengan demikian fungsi manajemen kantor sama dengan fungsi
manajemen pada umumnya, di mana pengelolaannya terfokus pada lingkup pekerjaan
kantor.
Fungsi Manajemen Yang Diterapkan Pada Kantor:
Fungsi Manajemen Yang Diterapkan Pada Kantor:
1. Perencanaan
Kegiatan pertama dari pimpinan organisasi/kantor adalah menyusun perencanaan. Yaitu keseluruhan proses pemikiran dan penentuan cara yang matang dari kegiatan-kegiatan yang akan dikerjakan di masa yang akan datang, dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang dimaksud, perlu ditentukan cara mana yang harus ditempuh dengan mempertimbangkan resiko yang mungkin terjadi.
Perencanaan terhadap sumber daya manajemen perkantoran perlu benar-benar dirumuskan agar sesuai dengan kebutuhan. Berapa jumlah pegawai yang dibutuhkan dan keahlian yang diharapkan, demikian pula terhadap pengadaan dan pemeliharaan peralatan, tata ruang kantor biaya dan sarana penunjang lainnya, agar tercipta tata hubungan yang efisien.
Kegiatan pertama dari pimpinan organisasi/kantor adalah menyusun perencanaan. Yaitu keseluruhan proses pemikiran dan penentuan cara yang matang dari kegiatan-kegiatan yang akan dikerjakan di masa yang akan datang, dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang dimaksud, perlu ditentukan cara mana yang harus ditempuh dengan mempertimbangkan resiko yang mungkin terjadi.
Perencanaan terhadap sumber daya manajemen perkantoran perlu benar-benar dirumuskan agar sesuai dengan kebutuhan. Berapa jumlah pegawai yang dibutuhkan dan keahlian yang diharapkan, demikian pula terhadap pengadaan dan pemeliharaan peralatan, tata ruang kantor biaya dan sarana penunjang lainnya, agar tercipta tata hubungan yang efisien.
2. Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah keseluruhan proses pengelompokan orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk menciptakan organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dan kekuatan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Pengorganisasian merupakan salah satu dari berbagai tugas pimpinan, sebagai langkah yang harus dilakukan dalam proses manajemen perkantoran.
Pengorganisasian adalah keseluruhan proses pengelompokan orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk menciptakan organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dan kekuatan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Pengorganisasian merupakan salah satu dari berbagai tugas pimpinan, sebagai langkah yang harus dilakukan dalam proses manajemen perkantoran.
3. Penggerakan
Penggerakan adalah keseluruhan proses memberikan mo- tif bekerja kepada para pegawai agar mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi. Rencana yang telah dirumuskan harus dilaksanakan oleh orang-orang (para pegawai) yang terkait dalam suatu kerja sama. Untuk maksud tersebut, para pegawai perlu dirangsang untuk bekerja menurut petunjuk/sistem yang telah digariskan sehingga memerlukan penggerakan. Dalam rangka penggerakan tersebut, maka kegiatan yang perlu dilakukan oleh pimpinan, antara lain:
Penggerakan adalah keseluruhan proses memberikan mo- tif bekerja kepada para pegawai agar mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi. Rencana yang telah dirumuskan harus dilaksanakan oleh orang-orang (para pegawai) yang terkait dalam suatu kerja sama. Untuk maksud tersebut, para pegawai perlu dirangsang untuk bekerja menurut petunjuk/sistem yang telah digariskan sehingga memerlukan penggerakan. Dalam rangka penggerakan tersebut, maka kegiatan yang perlu dilakukan oleh pimpinan, antara lain:
a. Mendorong atau memberi semangat kerja
b. Memberi pengarahan dan bimbingan kepada seluruh pegawai.
c. Bertindak sebagai motivator, insfirator dan fasilitator
bagi setiap pelaksanaan tugas organisasi.
4. Pengawasan
Pengawasan yaitu proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi guna menjamin agar pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai rencana yang telah ditentukan objek pengawasan dalam bidang manajemen perkantoran meliputi:
Pengawasan yaitu proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi guna menjamin agar pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai rencana yang telah ditentukan objek pengawasan dalam bidang manajemen perkantoran meliputi:
a.
Kualitas pekerjaan
kantor
b.
Waktu pekerjaan kantor
c.
Metode-metode dan
standardisasi pekerjaan kantor
d.
Biaya perkantoran
e.
Alat peralatan dan
perabotan kantor
f.
Pelayanan kantor
g. Dokumentasi.
PENGERTIAN SUPERVISI
Supervisi/Coaching/Training adalah
praktik pembinaan, pengarahan, pendampingan, pelatihan dan penilaian/pengawasan
yang dilakukan oleh atasan langsung dari seseorang/kelompok orang melalui
proses pencapaian target pribadi/kelompok. Comstock mendefinisikan supervisi
sebagai tindakan mengawasi atau mengarahkan penyelesaian pekerjaan (Sarwono,
2011). Supervisi dikenal juga dalam bahasa asing sebagai coaching. Dalam
Performance Coaching, Metode Baru Mendongkrak Kinerja Karyawan (Carol
Wilson, 2011) terdapat beberapa definisi dari coaching, yang dapat
diringkas sebagai proses pembelajaran, pengembangan seseorang/sekelompok orang,
secara sistematis dengan menggunakan tehnik tertentu, dengan tujuan untuk
meningkatkan dan memaksimalkan kinerja. Training (Murtie, 2012) adalah
sebuah proses yang dilalui oleh seseorang individu dalam rangka untuk mengubah
sikap, pengetahuan, ketrampilan dan perilakunya.
SIFAT
SUPERVISI
Tugas seorang supervisor tidak jauh berbeda dengan tugas seorang manajer
karena supervisor merupakan anggota manajemen dan juga sering disebut sebagai
manajer tingkat bawah. Perbedaan tugas supervisor dan manajer hanya terletak
pada ruang lingkup pekerjaannya. Supervisor bekerja pada ruang lingkup yang
lebih kecil. Berikut ini merupakan penggolongan tugas supervisor berdasarkan fungsi
manajemen.
1.
Berdasarkan
perencanaan (Planning)
Suatu pengawasan yang efektif tentunya memerlukan
perencanaan-perencanaan yang terus menerus., pekerjaan supervisor
adalah sebagai berikut:
a.
Ikut serta dalam
merumuskan dan menentukan tujuan dan rencana organisasi atau perusahaan.
b.
Mengerti dan
mengetahui dengan jelas pekerjaan yang akan dilakukan.
c.
Mengetahui dan
menafsirkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dibuat manajemen kepada pegawai.
d.
Mengikuti
perkembangan informasi yang baru.
2. Berdasarkan pengendalian(Controlling), pekerjaan
supervisor adalah:
a. Mengikuti
praktek dan prosedur kerja sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan.
b. Menilai
hasil kerja dari sudut pandang biaya.
c. Memeriksa
ketelitian dan banyak pekerjaan
d. Mengefektifkan
penggunaan bahan-bahan dalam suatu pekerjaan.
3. Dalam
pengorganisasian (Organizing), pekerjaan supervisor adalah sebagai
berikut:
a. Mendelegasikan
suatu pekerjaan kepada orang lain atau bawahan.
b. Membagikan
pekerjaan di antara anggota-anggota kesatuannya.
c. Menentukan
suatu hubungan yang layak di antara anggota kesatuannya.
4. Dalam
kepemimpinan (Leading), Beriku ini merupakan tugas-tugas dari
supervisor:
a. Memberikan
informasi-informasi terbaru kepada pegawai.
b. Melatih
para bawahannya untuk patuh terhadap aturan.
c. Memajukan
sistem magang.
d. Mendapatkan
kerjasama dan penyesuaian di antara pegawai.
TUGAS
SUPERVISI
- Mengatur
kerjanya para bawahannya (staf)
- Membuat
Job Deskriptions untuk Staf Bawahanya
- Bertanggung
jawab atas hasil kerja Staf
- Memberi
motivasi kerja kepada Staf Bawahanya
- Membuat
Jadwal Kegiatan Kerja untuk karyawan
- Memberikan
Breafing bersama Staf
- Membuat
Planing Pekerjaan Harian, Mingguan, Bulanan, dan Tahunan.
FUNGSI
SUPERVISOR
- Menyelesaikan
masalah sebisanya tanpa harus ditangani oleh atasan atau manager
- Penghubung
antara Staf dan Manager
- Membantu
tugas Staf Bawahan
- Menampung
segala keluhan dari Tamu dan Customer yang disampaikan melalui Staf untuk
disampaikan ke manager.
TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG SUPERVISOR
- Supervisor
membuat usulan promosi jabatan bagi Staf bawahannya
- Supervisor
memberikan reward (penghargaan) kepada Staf Bawahannya
- Supervisor berhak memberikan Punishment (hukuman) untuk Staf Bawahanny
SUPERVISI EFEKTIF
Ada 6
cara sederhana untuk menjadi supervisi efektif :
1.
Membangun moral dan sikap mental karyawan
adalah dasar utama membangun motivasi karyawan.
2. Mempersiapkan menghadapi perubahan:
·
perubahan visual
·
Perubahan pola pikir
·
Perubahan sikap mental
3.
Membangun kualitas diri:
·
Analisis kejadian
·
Cari kualitas diri dari
kejadian positif
4.
Peneguhan yaitu dengan
pemberian penghargaan atau reward
5.
Buat tantangan
6.
Fokus pada tujuan
·
Buatlah skala prioritas dari
masing-masing sasran yang akan dicapai.
·
Terapkan manajemen waktu dengan
menbuat time, scheduleatau jadwal waktu kegiatan.
HUBUNGAN SUPERVISOR
DALAM MANAJEMEN KANTOR
Produksi kantor secara
memuaskan sebagian besar tergantung dari kualitas supervisi perkantoran. Pihak supervisor bertugas
untuk mengusahakan agar pekerjaan pada kesatuannya di laksanakan dalam jangka
waktu yang cukup efisien dan dengan biaya sepantasnya. Banyak di antara
prbolem-problem yang menghalangi pekerjaan kantor berhubungan dengan
masalah-masalah supervisi. Pihak supervisor merupakan figur utama pada struktur
organisasi. Setiap politik, setiap keputusan harus meresap “kebawah” melalui
tingkat supervisi. Efektivitas kebanyakan tindakan menajerial atas kemampuan
para supervisor.
a.
Status Pihak Pengawas (Supervvisor)
Pihak supervisor berada pada suatu kedudukan yang sangat
strategis untuk mempengaruhi dan membantu melaksanakan macam teknis-teknis personil.
Misalnya seorang supervisor berhubungan erat dengan upaya memotivasi para pekerja,
ia membantu mengusahakan keamanan bekerja, dan ia membantu suatu team yang
melaksanakan tugas-tugas spesifik.
Dalam arti sebenarnya maka seorang supervisor merupakan
anggota bagian urusan pegawai (personel Departement). Ia merupakan suatu titik
pusat sekitar mana keinginan-keinginan para top manajer di salurkan dan di mana
keinginanan-keinginan para pekerja operatif berkonsentrasi.
Seorang pengawas merupakan titik kontak antara anggota-anggota
manajemen dan para pekerja operatif. Bagi banyak pekerja, pihak pengawas adalah
menajemen.
Kadang-kadang pihak pengawas pula menyusun kebijaksanaan
tertentu pada tingkatnya, guna melaksanakan pekerjaannya. Biasanya orang beranggapan
bahwa seorang pengawas di bawah tingkat seorang eksekutif. Pekerjaan seorang
pengawas adalah serupa denga pekerjaan seorang pemimpin (eksekutif), tetapi
skope pekerjaannya, soal-soal yang harus dituntaskannya dan pekerjaan eksekutif
umumnya tidaklah demikian luas seperti halnya pada kasus seorang pemimpin.
Adapun pengawas dapat
didefinisikan sebagai seorang yang menafsirkan kebijakan-kebijakan dan
prosedur-prosedur dan yang bekerja pada sesuatu tingkat dimana ia harus
mengawasi secara pribadi tugas-tugas yang diserahkan pada kelompok-kelompok
kecil dalam rangka usaha mencapai hasil pekerjaan agar sesuai dengan rencana
yang telah di buat sebelumnya.
b.
Pihak Pengawas Sebagai Anggota Manajemen
Seorang pengawas kantor memerlukan dukungan aktif dan
bantuan pihak atasannya. Misalnya harus merasa bahwa supervisi adalah vital di
dalam lingkungan perusahaan dan mereka harus memberikan bantuan dan jaminan
kepada mereka yang berada pada tingkat supervisi. Sebaiknya para pengawas baru
harus di berikan kesempatan untuk turut berpartisipasi pada pertemuan-pertemuan
manajerial, mengemukakan pandangan- pandangan mereka dan di anggap sebagai
kelompok manajemen. Tetapi, terlalu sering para pengawas hanya di anggap
sebagai anggota manajemen di atas kertas melulu. Tidak ada sesuatu tindakan
nyata yang dilakukan guna membuat para pengawas menjadi bagian dari manajemen
atau mengusahakan agar mereka merasa bahwa mereka adalah anggota manajemen.
Anggota-anggota top manajemen perlu memperhatikan faktor-faktor tertentu.
Faktor-faktor tersebut meliputi misalnya: imbalan “cukup”,
diakuinya prestasi individual, arus keterangan manajemen “pulang pergi” dan
berpendidikan dalam profesi manajemen.
DAFTAR
PUSTAKA
Admin.
2013. “Pengertian Manajemen Perkantoran, Fungsi, Tujuan, Sarana, Fasiitas Kerja
Perkantoran”. 26 April 2016. http://pengertianadalahdefinisi.blogspot.co.id/2013/08/pengertian-manajemen-perkantoran-fungsi.html.
Andriadi. 2015. “Tugas Supervisor,
Fungsi Supervisor, Tanggung Jawab, dan Wewenang Supervisor”. 26 April 2016. http://www.lokerbandaaceh.com/2015/06/supervisor.html.
Dewi, Elita. “Hubungan Manajemen
Perkantoran dengan Pengawas (Supervisosr)”. 26 April 2016. https://ekawidyasari.wordpress.com/hubungan-managemen-perkantoran-dengan-pengawas/.
Elqorni,
Ahmad. 2010. “Manajemen Kantor Efektif”. 2 April 2016. https://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-kantor/.
Erawati,
Foury. 2014. Pengaruh Supervisi,
Lingkungan Kerja Dan Insentive Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Terhadap Account
Representative (AR) Pada KPP Madya DKI Jakarta). Foury Erawati. Vol. 1 No. 1, 2014,
artikel 5. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=183094&val=6323&title=Pengaruh%20Supervisi,%20Lingkungan%20Kerja%20Dan%20Insentive%20Terhadap%20Kinerja%20Pegawai%20%20(Studi%20Terhadap%20Account%20Representative%20(AR)%20Pada%20KPP%20Madya%20DKI%20Jakarta).
26 April 2016.
Jamilatul, Jevi. 2015. Manajer
Kantor dan Supervisor: Tugas dan Persyaratannya. http://santosajevi.blogspot.co.id/2015/07/jurnal-manajemen-kantor_2.html.
26 April 2016.
Lestari,
Ayu Eka. 2012. “Konsep Dasar Manajemen”. 26 April 2016. http://asep919.blogspot.co.id/2012/07/konsep-dasar-manajemen.html.