Manajemen
dan Supervisi Kantor
Siti Sayidah Rosidatulmanna (145211030)
D3 –
Administrasi Bisnis
Politeknik
Negeri Bandung
Abstract
Before
knowing the actual definition of office management, we must first understand
the definition of the general management. The experts suggested various terms
of management, management is a typical process of planning, organizing,
directing, and controlling in order to utilize human resources and
sources power to achieve the intended purpose. At today's managers are expected
to be able to perform better, they are responsible for the success of the
individual unit. In an effort to achieve it is
objectives, the manager tried to align the goals of conflicting both among
individual employees, between units or between managers within the organization
concerned. Managers create and maintain an internal environment that is
structured in such a way so that other people can work efficiently to achieve
group goals. The manager organizing, directing, and manage internal environment
(organization). Supervisors are managers whose
function is to lead, coordinate and direct the work of others in order to
achieve the purpose of the group. Basic supervision is done is related to the
organization of the first and second levels. Supervisors not only manage
(manage), but also lead (direct, motivate, nurture, empower), so that men are
able to work in accordance with what has been determined. In this case the
supervisor plays two roles at once. Like two hands, managing is the left hand,
while the lead is right-handed. In order to work optimally bias both hands must
be enabled at the same time so that it can co-exist and work together. The term
supervisor could be used at any level of management, namely those who direct
the activities of others. But in everyday life supervisor term applied to lower
level management hierarchy. For example, in an organization of production or
construction supervisor term or title may involve foreman, general foreman, and
Super intendant.
Keyword:
Management, Office, Supervisor
Abstrak
Sebelum mengetahui definisi sebenarnya dari manajemen
kantor, kita harus terlebih dahulu memahami definisi dari manajemen umum. Para
ahli menyarankan berbagai hal manajemen, manajemen adalah suatu proses khas
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengaawasan untuk memanfaatkan
sumber daya manusia dan sumber lainyya kekuatan untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Pada manajer hari ini diharapkan mampu tampil lebih baik,
mereka bertanggung jawab atas keberhasilan unit individu. Dalam upaya untuk
mencapai tujuannya, manajer mencoba untuk menyelaraskan tujuan yang saling
bertentangan baik antar karyawan individu, antara unit atau antara manajer
dalam organisasi yang bersangkutan. Manajer menciptakan dan memelihara
lingkungan internal yang disusun sedemikian rupa sehingga orang lain dapat
bekerja secara efisien untuk mencapai tujuan kelompok. Manajer
pengorganisasian, mengarahkan, dan lingkungan internal mengendalkan
(orgasisasi). Supervisor adalah manajer yang fungsinya adalah untuk memimpin,
mengkoordinasikan dan mengarahkan pekerjaan orang lain dalam rangka mencapai
tujuan kelompok. pengawasan dasar dilakukan berkaitan dengan organisasi tingkat
pertama dan kedua. Pengawas tidak hanya mengelola (mengelola), tetapi juga
memimpin (langsung, memotivasi, membina, memberdayakan), sehingga orang-orang
yang mampu bekerja sesuai dengan apa yang telah ditentukan. Dalam hal ini
pengawas memainkan dua peran sekaligus. Seperti dua tangan, mengelola adalah
tangan kiri, sementara memimpin adalah tangan kanan. Dalam rangka untuk bekerja
optimal Bias kedua tangan harus diaktifkan pada saat yang sama sehingga bisa
saling mengisi dan bekerja sama. Supervisor istilah dapat digunakan pada setiap
tingkat manajemen, yaitu mereka yang mengarahkan kegiatan orang lain. Namun
dalam kehidupan sehari-hari istilah pengawas diterapkan hirarki manajemen
tingkat yang lebih rendah. Sebagai contoh, dalam sebuah organisasi produksi
atau pengawas konstruksi istilah atau judul mungkin melibatkan mandor, mandor
umum, dan Inspektur.
Kata Kunci: Manajemen, Kantor, Pengawas
PENDAHULUAN
Sebelum
mengetahui pengertian sebenarnya manajemen kantor, terlebih dahulu kita
memahami pengertian manajemen itu secara umum. Para ahli mengemukakan berbagai
pengertian manajemen, diantaranya pengertian manajemen berikut ini diambil dari
pengertian yang dikemukakan oleh James Stoner dalam Sayuti (2013), manajemen
adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengaawasan dalam rangka memanfaatkan sumberdaya manusia dan
sumber daya lainyya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Pada
dewasa ini manajer diharapkan untuk dapat lebih berprestasi, mereka bertanggung
jawab atas keberhasilan unitnya masing-masing. Dalam usaha mencapai tujuannya,
manajer berusaha menyelaraskan tujuan-tujuan yang saling bertentangan baik
antar individu karyawan, antar unit atau antara manajer di dalam organisasi
yang bersangkutan.
Supervisor
tidak hanya me-manage (mengelola), tapi juga memimpin (mengarahkan, memotivasi,
membina, memberdayakan), agar anak buah mampu bekerja sesuai dengan apa yang
telah ditentukan. Dalam hal ini supervisor memainkan dua peran sekaligus.
Ibarat dua tangan, mengelola adalah tangan kiri, sedangkan memimpin adalah
tangan kanan. Agar bias bekerja optimal kedua tangan ini harus difungsikan
sekaligus sehingga bisa saling mengisi dan bekerja sama.
Pengertian
Manajemen
Sebelum
kita melihat pengertian Kata khas bermakna spesifik untuk penerapan atau
pemakaian manajemen sesuai dengan bidang atau dimana kegiatan itu dilakukan.
Sementara menurut manajerial, manajemen itu adalah sproses mengadakan sarana
dan sumber daya untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan dengan
cara yang efektif dan efesien (MC Maryati dalam Sayuti, 2013).
Dari
pengertian-pengertian manajemen itu, dapat diketahui bahwa berjalannya kegiatan
manajemen bila ada penggerak (manajer) dan pelaksananya (orang lain/karyawan
atau anggotaorganisasi).
Elemen Dasar
Manajemen
Kegiatan
manajemen dapat berjalan dsebagaimnana mestinya diperlukan berbagai sarana dan
sumber daya yang sering disebut sebagai elemen dasar manajemen, menurut Sayuti
(2013) secara umum orang mengelompokkan yang terdiri dari 6 (enam) M, yaitu (1)
sarana fisik terdiri dari Material, Machines,dan Money; (2) Sarana Non fisik,
mencakup Methodes dan Market; dan (3) Sumber daya manusia, yaitu Men.
Maksud
dari elemen dasar manajemen ini adalah, apapun organisasi sebagia tempat
melakukan pekerjaan pasti memerlukan ke enam elem itu. Dalam sudut pandang
bisnis ke enam elemen itu merupakan faktor-faktor produksi yang digunakan dalam
rangka mencapai laba perusahaan.
Material,
maksudanya bahan baku atau raw material yang digunakan dalam kegiatan proses
produksi, Machines, maksudnya peralatan yang digunakan untuk mengolah bahan
baku. Money, adalah uang yang digunakan untuk membeli berbagai bahan baku,
perlatan dan bakan untuk membayar sewa atau membayar upah dan gaji para
karyawan. Methods, adalah cara atau konsep yang dipakai dalam menjalankan semua
kegiatan, dan Market adalah tempat sumber awal dan akhir informasi yang
diperoleh sebagai dasar membuat keputusan untuk membuat produk dari waktu ke
waktu. Men adalah semua orang yang tepat utnuk mewujudkan tujuan kantor
tersebut.
Memahami
Manajemen
Ada
tiga sudut pandang utnuk memehami manejemen, yaitu: manejemen sebagai suatu
proses, manajemen sebagai suatu seni, dan manajemen sebagai suatu kolektivitas.
Manajemen
sebagai suatu proses, maksudnya manajemen yang dilihat dari proses kerja
manajemen pada sebuah organisasi. Proses kerja ini terlihat dari fungsi-fungsi
manajemen yang diterapkan dalam proses kerja. Adapun fungsi manajemen yang
dipakai dalam proses kerja adalah Planning (perencanaan), Organizing
(pengaturan), Actuating (pengarahan), dan Controlling (pengendalian). Inti dari
pengertian proses manajemen adalah perencanaan berdasarkan perencanaan disusun
didasarkan hasil pengawasan, dan pengawasan dilakukan berdasrkan rencana yang
relah ditetapkan atau pelaksanaan semua fungsi yang lainnya.
Manaejmen
sebagai suatu seni, memahami manejemn dari sudit pandang seni adalah pemahaman
terhadap pelaku atau orang , memahami manejemen
dari sudut pandang seni adalah pemahaman terhadap pelaku atau orang yang
mengatur kegiatan dalam sebuah organisasi dalam hal ini adalah manejer yang
dilihat dari gaya kepemimpinannya.
Manejemn
sebagai suatu kolektivitas (para pelaksana), sudut pandang yang ketiga tentang
manejemen adalah dari sisi kolektivitas yang bermakna orang-orang atau karyawan
yang melaksanakan tugas secara langsung. Oleh karena itu, kemampuan dan kemauan
para pekerja mesti dijaga agar mereka tetap melaksanakan tugasnya dengan sebaik
mungkin.
Dari
ketiga sudut pandang itu, dapat disimpulkan bahwa maju mujndurnya sebuah
organisasi sangat ditentukan oleh ketiga sudur pandang aspek manejemen
tersebut, atau apabila suaru organisasi kinerjanya buruk dapat disebabkan oleh
salah satu diantara ketiga sudut pandang itu atau mungkin ketiga-tiganya dalam
kondisi buruk.
Manajer Kantor
Menurut
Chaniago (2013) manaejer pada hakikatnya seorang pemimpin yang mempunyai tugas
untuk membuat perencanaan, mengorganisir, mengendalikan dan mengevalusi
berbagai aktivitas dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pada
dewasa ini manajer diharapkan untuk dapat lebih berprestasi, mereka bertanggung
jawab atas keberhasilan unitnya masing-masing. Dalam usaha mencapai tujuannya,
manajer berusaha menyelaraskan tujuan-tujuan yang saling bertentangan baik
antar individu karyawan, antar unit atau antara manajer di dalam organisasi
yang bersangkutan.
Kantor-kantor
yang tidak mengikuti perkembangan zaman akan berdampak pada biaya tinggi (tak
efesien), biasanya memiliki karyawan yang mutu kerjanya rendah. Untuk mengatasi
kantor yang demikian diperlukan seorang manajer kantor, Menurut Chaniago (2013)
manajer kantor adalah seorang pemimpin kantor yang membawahi beberapa staf dan
atau bebrapa unit lainnya.
Tugas
Manajer Kantor
Menurut
Gie dalam Chaniago (2013) tugas manajer kantor adalah
-
Pekerjaan kantor pada umumnya
-
Sistem perkantoran
-
Komunikasi oerkantoran
-
Pelaporan manajerial
-
Organisasi perkantoran
-
Manajemen kearsipan
-
Kontrol perkantoran
-
Penyederhanaan pekerjaan kantor
-
Tata ruang perkantoran
-
Perlengkapan perkantoran
-
Studi perkantoran
Manajemen Kantor
Sebagaimana
pada istilah-istilah lain dalam ilmu sosial terhadap sesuatu istilah atau
terminologi tidak selalu [ara ahli memberikan rumusan yang sama. Demikian pula
rumusan tentang manajemen perkantoran. The Liang Gie dalam Harsono (2004)
mengutip beberapa perumusan pengertian manajemen perkantoran dari para ahli,
antara lain sebagai berikut.
Perumusan
Arthur Grager
“Office
Management is the function of administering the communication and record
service of an organization.”
Perumusan
Edwin Robinson
“Office
management is concerned with the direction and supervision of office work”
Sedangkan
menurut Sedarmayanti (2001) mengutip beberapa pengertian dari para ahli sebagai
berikut.
Perumusan
George Terry, dalam buku Office Management and Control tahun 1996 mengutarakan:
“Office
management can be defined as the planning, contolling, and organizing of office
work, and actuating those performing it so as to achieve the predetermined
objectives”
Perumusan
Leffingwell dan Edwin Robinson, dalam buku Textbook of Office Management, tahun
1950 mengutarakan:
“Office
management as a function, is that branch of the art and science of management
which os concerned with the efficient performance of office work, whenever and
wherever that work is to be done”
Dari
definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen perkantoran
adalah suatu fungsi yang meliputi sejumlah kegiatan yang tergolong pada jenis
yang sama berdasarkan sifat, pelaksanaan, atau karena merupakan suatu urutan,
sehingga saking berkaitan dan bergantung satu sama lain.
Oleh
karena itu, secara ringkas manajemen perkantorran dapat dirumuskan sebagai
rangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan
serta pengendalian perkerjaan-pekerjaan kantor.
Namun
demikian, perlu disadari bahwa cakupan kegiatan manajemen perkantoran tidak
hanya kegiatan perkantoran saja, tetapi juga segala sesuatu yang berkaitan
dengan kegiatan perkantoran tersebut, misalnya mengenai pegawai kantor, biaya
perkantoran, prosedur dan metode perkantoran, dll.
Pengertian
Manager Supervisor (Penyelia)
Supervisi
di adopsi dari bahasa Inggris “supervision” yang berarti pengawasan atau
kepengawasan. Super berarti atas, lebih dan visi berarti lihat atau penglihatan,
pandangan. Orang yang mengerjakan supervisi disebut supervisor (Ary H. Gunawan
(1996: 193). Menurut konsep kuno supervise dilaksanakan dalam bentuk “inspeksi”
atau mencari kesalahan. Sedangkan pandangan modern khususnya dalam bidang
pendidikan supervisi adalah usaha untuk memperbaiki situasi belajar mengajar,
yaitu sebagai bantuan bagi guru dalam mengajar untuk membantu siswa agar lebih
baik dalam belajar.
Pengertian
supervisi menurut para ahli, diantaranya sebagai berikut ini:
Menurut
Ross L. Dalam Kasmo (2012), supervisi adalah pelayanan kapada guru – guru yang
bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum. Ross
L. memandang supervisi sebagai pelayanan kapada guru – guru yang bertujuan
menghasilkan perbaikan.
Sedangkan
menurut, Mulyasa dalam Kasmo (2012), supervisi sesungguhnya dapat dilaksanakan
oleh kepala sekolah yang berperan sebagai supervisor, tetapi dalam sistem
organisasi modern diperlukan supervisor khusus yang lebih independent, &
dapat meningkatkan obyektivitas dalam pembinaan dan pelaksanaan tugas.
Jadi,
Penyelia atau Supervisor adalah seseorang yang diberikan tugas dalam sebuah
organisasi perusahaan dimana mempunyai kekuasaan untuk mengeluarkan perintah
kepada rekan kerja bawahannya.
Oleh
karena itu, seorang supervisor harus memiliki kompetensi berkualitas tinggi
yang mencakup keterampilan membangun relasi di antara atasan dan bawahan;
keterampilan terhadap fungsi dan peran kerja agar mampu bekerja secara optimal,
kreatif, efektif, berkualitas, produktif, efisien, bersinergi, dan cerdas
melakukan supervisi terhadap bawahan; keterampilan kecerdasan emosional dan
mind set positif.
Peran Supervisor
/ Penyelia
Menurut
Kasmo (2012) secara garis besar peran supervisor dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1. Sebagai Pemimpin dan Manajer.
Peran
kerja supervisor berada di level tengah, yaitu di antara para atasan pembuat
kebijakan dan di antara para staf pelaksana rutinitas di lapangan. Dengan
fungsi kerja yang berada di antara itu, maka tugas utama supervisor adalah melakukan
supervisi terhadap para staf pelaksanan rutinitas aktivitas bisnis perusahaan
sehari-hari. Supervisor adalah level kepemimpinan yang tidak boleh membuat
kebijakan yang bersifat strategis, tapi hanya menerjemahkan dan meneruskan
kebijakan strategis atasannya kepada para bawahan untuk dikerjakan secara
efektif dan produktif.
Supervisor
tidak hanya me-manage (mengelola), tapi juga memimpin (mengarahkan, memotivasi,
membina, memberdayakan), agar anak buah mampu bekerja sesuai dengan apa yang
telah ditentukan. Dalam hal ini supervisor memainkan dua peran sekaligus.
Ibarat dua tangan, mengelola adalah tangan kiri, sedangkan memimpin adalah
tangan kanan. Agar bias bekerja optimal kedua tangan ini harus difungsikan
sekaligus sehingga bisa saling mengisi dan bekerja sama.
2. Barisan terdepan dari manajemen yang
berhadapan langsung dengan pelaksana.
Supervisor
merupakan wakil dari manajemen sebagai pemimpin pelaksana tugas di lapangan.
Supervisor bertanggung jawab mengamankan dan melaksanakan keputusan manajemen.
Dalam hal ini Supervisor bekerja sama dengan para bawahannya. Semua kejadian
maupun tantangan-tantangan di lapangan, baik itu karena persoalan pengelolaan
sumber daya non manusia (manajerial) mau pun karena anak buah (kepemimpinan)
menjadi tanggung jawabnya.
3. Supervisor melaksanakan semua sistem
manajerial seperti manajer di level atasnya.
Entah
apa pun sistem manajemen yang dipakai (bisa PDCA – plan, do, check, act, atau
POAC –planning, organizing, actuating, controlling), supervisor harus mampu
menjalankan sistem manajemen tersebut. Sistem manajemen akan menolong
supervisor dalam menyelesaikan tanggung jawabnya. Dengan sistem manajemen yang
dipakai seperti sistem manajemen level di atasnya, maka koordinasinya akan
menjadi efektif dan efisien.
4. Mewakili nama perusahaan dalam berbagai
interaksi sosial, sehingga wajib menjaga citra diri dan perusahaan.
Perusahaan
tidak hidup dalam sebuah ruang hampa sosial. Artinya perusahaan hidup dan
beinteraksi dengan lingkungan sosial. Tak pelak lagi sebagai orang yang terjun
langsung di lapangan, supervisor sering bersinggungan dengan lingkungan
sosialnya. Ketika interaksi terjadi,
supervisor harus mampu menjaga citra dirinya, yang tak lain merupakan
pantulan dari citra perusahaan. Alhasil baik buruknya citra perusahaan di mata
lingkungan sosialnya diwakili oleh baik buruknya citra supervisor.
Sikap Seorang
Supervisor / Penyelia
Menurut
Kasmo (2012) seorang penyelia yang efektif memerlukan dua jenis keterampilan,
yaitu keterampilan analisa dan keterampilan interaksi agar dapat mengkoordinasi
sistem kerja dengan seluruh aspeknya. Seorang penyelia memiliki dua tugas.
Pertama tugas yang melibatkan penyelia dalam pelaksanaan langsung suatu
pekerjaan dan kedua, tugas yang melibatkan penyelia dalam mengkoordinasi
pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain (karyawan). Selanjutnya dalam bab ini
diuraikan prinsip-prinsip dasar supervisi yang efektif, yaitu kejelasan dalam
berkomunikasi, mengharapkan yang terbaik, berpegang pada tujuan, dan berusaha
memperoleh komitmen.
Mengetengahkan
salah-satu keterampilan yang perlu dimiliki oleh para manajer, yaitu menyusun
rencana. Dalam bagian ini dikemukakan secara jelas bagaimana membuat suatu
rencana yang baik. Penyusunan rencana (perencanaan) mengungkapkan cara untuk mencapai
tujuan. Dengan suatu rencana yang baik seorang penyelia dapat mengarahkan dan
mengontrol pelaksanaan pekerjaan secara lebih efisien. Proses perencanaan yang
baik meliputi pelaksanaan langkah-langkah berikut:identifikasi tujuan umum,
menetapkan sasaran, menyusun rencana pelaksanaan, spesifikasi standar kontrol,
dan menguji rencana pelaksanaan dengan sasaran.
Cara
menyusun standar dan penilaian pegawai. Keterampilan ini sangat diperlukan oleh
para penyelia karena prestasi pegawai (karyawan) perlu dievaluasi sebagai
dasar pengambilan keputusan mengenai banyak hal, seperti kenaikan gaji,
penugasan baru, promosi, keperluan training, dan sebagainya. Faktor kunci
dalam menyusun standar adalah daftar pekerjaan, pengukuran, kualitas standar,
dan level standar. Evaluasi prestasi kerja pegawai pada dasarnya merupakan
laporan formal yang mencakup informasi mengenai prestasi kerja pegawai. Dalam
menyusun laporan mengenai evaluasi pegawai seorang penyelia diingatkan untuk
menjaga ketelitian, terfokus pada perilaku dan hasil (bukan pada sikap),
bersikap dil, dan bersikap rasional (jangan emosional).
Seorang
penyelia dalam pelaksanaan tugasnya harus mampu menyusun laporan, surat, atau
memo dengan jelas hingga dapat dipahami oleh orang yang dituju. Dalam hubungan seorang
penyelia harus dapat menetapkan apakah tulisan merupakan cara terbaik untuk
menyampaikan informasi, sebab ada kalanya pembicaraan melalui telepon jauh
lebih efektif. Oleh arena itu tujuan harus jelas. Seorang penyelia disarankan
menggunakan komunikasi tulisan dalam situasi ketika ia tidak merasa perlu
melakukan hubungan tatap muka atau ia tidak memerlukan umpan balik langsung
terhadap hal yang dikemukakan. Di samping itu, penyelia harus dapat memastikan
apakah informasi itu akan dimanfaatkan segera atau tidak.
Memotivasi
pegawai sebenamya merupakan salah-satu tugas penyelia yang sangat penting,
sekalipun tidak semua orang dapat melakukannya dengan baik. Hal ini bukanlah
disebabkan bahwa ia tidak mampu melakukannya. Sering orang tidak melakukannya
karena menganggap hal itu tidak perlu, lagi pula tiap pegawai telah memiliki
motivasi masing-masing. Bab ini mengungkapkan berbagai cara yang dapat
dimanfaatkan untuk memotivasi pegawai. Salah satu cara untuk memotivasi
pegawai adalah dengan memberikan umpan balik atas hasil kerjanya. Umpan balik
dapat diberikan dalam berbagai bentuk penghargaan. Tetapi faktor kunci dalam
menyampaikan umpan batik secara efektif antara lain adalah spesifikasi.
Mengetengahkan
cara spesifik menyampaikan umpan balik, apakah yang bersifat motivatif atau
yang bersifat korektif (formatif). Umpan balik motivatif diterapkan untuk
mempertahankan atau memodifikasi kemungkinan terjadinya, frekuensi, atau
tingkat perilaku, Umpan balik formatif diterapkan untuk memperbaiki,
mempertahankan atau memodifikasi bentuk proses (atau perilaku). Bab ini
mengupas cara spesifik memberikan umpan balik formatif.
Menyajikan
cara mengelola waktu dengan efektif dan efisien. Banyak manajer yang merasa
dirinya kurang memiliki waktu, sehingga kelihatan terburu-burn dan harus
mengerjakan pekerjaan kantor di rumah. Akibatnya, para manajer merasa banyak
tekanan yang menghimpit. Tidak jarang hal itu mengakibatkan efek yang lebih
fatal. Sebenamya hal itu tidak perlu terjadi kalau saja para manajer dapat
memanfaatkan waktunya dengan baik. Masalah sebenarnya bukanlah terletak pada
waktu itu sendiri tapi pada cara penggunaannya. Isu sentral dalam nnengelola
waktu terletak pada apa yang kita kerjakan dan sejauh mana tingkat efisiensi
pelaksanaan pekerjaan itu. Bab ini mengetengahkan altematif pemanfaatan waktu
anda secara lebih baik.
Kedudukan
Supervisor dalam Organisasi.
Supervisor
adalah seorang manajer yang bertanggungjawab kepada manajer yang lebih tinggi
dan tugas utamanya memimpin pekerja pada taraf operasional. Para supervisor
adalah barisan terdepan dari manajemen yang langsung berhadapan dengan para
pekerja. Jadi supervisor termasuk dalam jajaran manajemen, namun memiliki
fungsi yang berbeda dari para manajer yang lain. Para manajer yang lain
bertanggungjawab dan membawahi sesama manajer, jadi membawahi orang-orang yang
termasuk satu kelompok. Supervisor tidak demikian, ia mempunyai hubungan kerja
dengan dua kelompok yang berbeda. Ke atas bertanggungjawab kepada kelompok
manajer, ke bawah memimpin kelompok kerja. Agar dapat menjalankan fungsinya
dengan baik, supervisor harus dapat diterima dan dihormati oleh kedua kelompok
tersebut. Ini berarti bahwa supervisor harus menjadi anggota rangkap dari dua
kelompok. Ia berdiri dengan satu kaki dalam kelompok manajer dan kaki lain
dalam kelompok pekerja. Jika demikian bagaimanakah peranan supervisor dalam
organisasi/perusahaan.
Beberapa
Pandangan Tentang Peranan Supervisor
Ada
bermacam-macam pandangan tentang peranan supervisor dalam organisasi /
perusahaan.
1. Supervisor adalah poros manajemen
Mereka
dipandang sebagai orang yang mengintepretasikan kebijaksanaan atasan: mengambil
keputusan, melaksanakan pekerjaan dan mengontrol pekerjaan. Ia mewakili
manajemen menghadapi pekerja, dan mewakili buruh menghadapi manajemen. Ia
adalah mata ratai utama dalam lalulintas kekuasaan dan komunikasi dalam
organisasi / perusahaan.
2. Supervisor adalah “Pelanduk
ditengah-tengah”
Menurut
pandangan ini supervisor terjepit diantara dua kekuatan sosial yang saling
bertentangan, yakni manajemen dan pekerja. Manajemen mengharapkan agar ia
mencegah pemborosan, memelihara disiplin pekerja, mengontrol produksi juga
melaksanakan rencana-rencana yang sudah ditentukan. Manajemen menuntut
loyalitas dan usaha maksimal, tuntutan dari pihak manajemen ini sebagian besar
bersifat teknis dan mementingkan produksi. Sebaliknya tuntutan dari pihak
pekerja biasanya berupa tuntutan perasaan, tidak menyulitkan para pekerja,
menyampaikan tuntutan dan kepentingan mereka kepada manajemen serta diharapkan
loyal terhadap para pekerja.
3. Supervisor adalah Orang yang Tersingkir
Oleh
manajemen tidak diakui, oelh staff tidak dihiraukan dan oleh para pekerja tidak
diterima. Supervisor itu orang yang harus berjuang sendiri. Supervisor semacam
ini biasanya terdapat dalam perusahaan kecil milik perorangan. Tetapi tidak
menutup kemungkinan terdapat dalam perusahaan-perusahaan besar, terutama
perusahaan-perusahaan besar yang banyak mempunyai staf ahli.
4. Supervisor termasuk Pekerja biasa
Menurut
pandangan ini supervisor sebenarnya sama saja dengan pekerja yang lain, hanya
berbeda dalam istilah. Pandangan ini didasarkan pada pendapat bahwa sebenarnya
tak ada kekuasaan pada seorang supervisor. Keputusan diambil oleh orang lain
dan ia sekedar melaksanakan. Alasan lain adalah bahwa ia tidak memenuhi status
manajemen dan cara berfikir lebih dekat kepada para pekerja daripada manajemen.
5. Supervisor adalah Ahli Mengatur Manusia
Menurut
pandangan ini supervisor adalah ahli mengatur manusia untuk bekerja. Ia mengatur
faktor manusia dalam operasional, sedang ahli-ahli lain mengatur segi-segi
teknisnya.
Perbedaan
Supervisor dengan manajer lain
Manajer
menciptakan dan mempertahankan suatu lingkungan intern yang disusun sedemikian
rupa supaya orang lain dapat bekerja secara efisien untuk mencapai tujuan
kelompok. Para manajer mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalkan lingkungan
intern (orgasisasi). Lingkungan ini mempunyai empat unsure dasar yang harus
dimanajemen yaitu : orang, pekerjaan / jabatan, teknologi dan barang modal
(uang dan mesin). Supervisor adalah manajer yang fungsinya memimpin,
mengkoordinasi dan mengarahkan pekerjaan orang lain agar dapat tercapai tujuan
kelompok. Pengawasan dasar yang dilakukan adalah yang berhubungan dengan
organisasi pada tingkat pertama dan kedua. Istilah supervisor dapat digunakan
pada setiap tingkat manajemen, yaitu mereka yang mengarahkan kegiatan-kegiatan
orang lain. Akan tetapi didalam kehidupan sehari-hari istilah supervisor
diterapkan pada hirarki manajemen ditingkat bawah. Misalnya dalam suatu
organisasi produksi atau kontruksi istilah atau titel supervisor mungkin
menyangkut foreman, general foreman, dan superintendant.
Supervisor
Sebagai Manajer
Istilah
manajemen pada dasarnya dapat diartikan sebagai: mencapai tujuan / sasaran
perusahaan bersama dan melalui orang lain. Istilah ini mengandung arti bahwa
seorang manajer harus melakukan berbagai kegiatan untuk menjamin bahwa tujuan
kelompok kerjanya dapat dicapai, kegiatan-kegiatan tersebut sebagai fungsi
–fungsi manajemen. Ada 4 kegiatan pokok / fungsi manajemen, yaitu :
a.
Planning (perencanaan)
Langkah-langkah
yang harus ditempuh dalam perencanaan adalah :
-
Menentukan tujuan / sasaran yang hendak dicapai (kuantitas, kualitas dan waktu)
-
Mengembangkan beberapa alternatif / pilihan kegiatan serta menentukan
sumberdaya yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran.
- Memilih alternatif kegiatan yang
terbaik ditinjau dari sasaran yang ingin dicapai dan kebutuhan sumberdayanya.
- Menentukan / mempersiapkan
langkah-langkah pencegahan dan pemecahan bila terjadi gangguan pada pelaksanaan
rencana.
b. Organizing (pengorganisasian)
Adalah
menentukan / mengatur penggunaan sumberdaya yang dimiliki. Dalam
pengorganisasian mencakup kegiatan-kegiatan seperti :
- Mengatur penggunaan alat, mesin serta
fasilitas dan sumberdaya yang lain.
- Mengatur pelaksanaan tugas diantara
anggota-anggota kelompok kerja (pembagian tugas)
- Menentukan uraian tugas untuk para
pelaksana.
c. Actuating (pelaksanaan)
Istilah
pelaksanaan dalam pengertian manajemen mencakup beberapa hal antara lain:
-
Memberi intruksi / perintah dan pengarahan
- Memberikan motivasi/ semangat/ dorongan
kerja
-
Memberikan bimbingan dan pembinaan
d.
Controlling (pengendalian)
Pengendalian
mempunyai arti lebih luas daripada pengawasan, karena pengendalian meliputu
kegiatan pencegahan.
-
Mengumpulkan informasi / data tentang kemajuan / hasil.
-
Membandingkan pelaksanaan / hasil dengan sasaran yang telah ditentukan dalam
rencana serta melihat apakah terjadi penyimpangan.
-
Menganalisa penyimpangan yang terjadi serta mencari sebab-sebabnya.
-
Mengambil tindakan yang perlu untuk memperbaiki kesalahan, mencegah semakin
meluasnya penyimpangan ataupun meningkatkan hasil palaksanaan tugas.
Keterampilan Supervisor
Supervisor
dituntut untuk memiliki 3 ketrampilan, yaitu :
1. Keterampilan
teknis
Kemampuan
untuk memahami dan mengerjakan aktifitas-aktiftas tertentu dengan baik,
terutama memerlukan penguasaan mengenai cara, metode, proses, prosedur dan
teknik tertentu.
2. Keterampilan
manusiawi
Kemampuan
untuk bekerja dengan orang lain secara efektif sebagai anggota kelompok dan
dapat membia kerjasama yang baik dalam kelompok yang dipimpinnya.
3. Keterampilan
konseptual
Kemampuan
untuk melihat perusahaan secara keseluruhan, meliputi kemampuan melihat
keterkaitan antar bagian, dan kemampuan membayangkan hubungan antar perusahaan
dengan industri dimana perusahaan terletak, serta hubungan perusahaan dengan
masyarakat, keadaan politik, social dan ekonomi secara keseluruhan.
Berapa
banyak ketrampilan yang harus dimiliki tergantung dari tingkatan manajer yang
bersangkutan. Semakin keatas biasanya semakin sedikit ketrampilan teknis yang
diperlukan dan semaki banyak ketrampilan konseptual. Sebaliknya semakin kebawah
semakin banyak ketramplan teknis dan semakin sedikit ketrampilan konseptual
yang harus dimiliki.
KESIMPULAN
Istilah
manajemen pada dasarnya dapat diartikan sebagai: mencapai tujuan/sasaran
perusahaan bersama dan melalui orang lain. Istilah ini mengandung arti bahwa
seorang manajer harus melakukan berbagai kegiatan untuk menjamin bahwa tujuan
kelompok kerjanya dapat dicapai, kegiatan-kegiatan tersebut sebagai
fungsi–fungsi manajemen. Manajer menciptakan dan mempertahankan suatu
lingkungan intern yang disusun sedemikian rupa supaya orang lain dapat bekerja
secara efisien untuk mencapai tujuan kelompok. Para manajer mengorganisasi, mengarahkan,
dan mengendalkan lingkungan intern (orgasisasi). Lingkungan ini mempunyai empat
unsure dasar yang harus dimanajemen yaitu : orang, pekerjaan / jabatan,
teknologi dan barang modal (uang dan mesin). Supervisor adalah manajer yang
fungsinya memimpin, mengkoordinasi dan mengarahkan pekerjaan orang lain agar
dapat tercapai tujuan kelompok. Pengawasan dasar yang dilakukan adalah yang
berhubungan dengan organisasi pada tingkat pertama dan kedua. Istilah
supervisor dapat digunakan pada setiap tingkat manajemen, yaitu mereka yang
mengarahkan kegiatan-kegiatan orang lain. Akan tetapi didalam kehidupan
sehari-hari istilah supervisor diterapkan pada hirarki manajemen ditingkat
bawah. Misalnya dalam suatu organisasi produksi atau kontruksi istilah atau
titel supervisor mungkin menyangkut foreman, general foreman, dan
superintendant.
DAFTAR PUSTAKA
Chaniago,
Harmon. 2013. Manajemen Perkantoran
Kontemporer. Bandung: Akbar Limas Perkasa.
Harsono.
2004. Administrasi Perkantoran 1.
Bandung: Alqaprint Jatinangor.
Sedarmayanti.
2001. Manajemen Perkantoran. Bandung:
Mandar Maju
Sayuti,
Abdul Jalaludi. 2013. Manajemen Kantor
Praktis. Bandung: Alfabeta.